Dukungan Perpusnas RI dalam meningkatkan budaya baca masyarakat desa telah dilaksakan dengan program TPBIS. TRANSFORMASI BERBASIS INCLUSI SOSIAL.
Selain buku 300 exemplar Perpusnas Juga menghibakan 3 unit pc, 2 buah smart tv, 1 unit computer server, modem tp link bersma routernya serta sebuah printer Brother.
Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) adalah peningkatan peran dan fungsi perpustakaan melalui pelibatan masyarakat sebagai wahana belajar sepanjang hayat, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pengguna perpustakaan.
"Program TPBIS adalah implementasi kebijakan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Negara (RPJMN) 2020-2024, yakni peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan budaya literasi dan kegiatan ini dilaksanakan perpustakaan nasional melibatkan pemerintah daerah untuk mengembangkan fungsi dan peran perpustakaan memberikan pelayanan sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan," jabar Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Komputer (SPP-TIK).
Desa Bulan sebagai salah satu dari empat desa di Kabupaten Manggarai sebagai Mitra Perpusnas untuk memajukan Literasi dengan Program TPBIS melaksanakan kegiatan kursus gratis Komputer Dasar yang dimulai dengan kursus mengetik 10 jari buta. Kursus WPS Word dan Excel dengan visi menciptakan generasi Z desa bulan yang melek tehnologi dan siap bersaing dengan gen z di beberapa daerah lainnya.
Visi yang besar ini didukung dengan misi melatih gen z dengan kemampuan dasar TIK agar meningkatkan kepercayaan diri peserta pelatihan untuk melanjutkan belajarnya sampai tahap yang lebih tinggi.
Kursus komputer yang dilaksankan dalam 3 model (dasar, medium dan mahir) diharapkan mampu menghasilkan peseta didik yang inovatif dan dapat berkembang secara mandiri.
Cara Belajar Mengetik 10 Jari Mudah dan Cepat
Rata-rata kecepatan mengetik normal yang dimiliki orang dewasa adalah 30-40 WPM. Namun, beberapa orang yang sudah terbiasa mengetik secara cepat bisa mencapai 60-80 WPM. Tentunya, untuk bekerja secara efisien kamu harus terbiasa mengetik lebih cepat dari kecepatan orang pada umumnya.
Belajar Mengetik Cepat Menggunakan Teknik Mengetik 10 Jar
Sebagian orang mungkin sudah mengetahui bahwa mengetik cepat membutuhkan teknik tertentu. Salah satu teknik dalam mengetik cepat adalah menggunakan sistem mengetik buta (blind typing system).
Sistem mengetik buta adalah teknik mengetik tanpa melihat keyboard saat mengetik, sehingga kecepatan mengetik bisa menjadi lebih cepat.
Namun, mengetik menggunakan teknik ini juga tidak sembarangan, karena pada praktiknya sistem mengetik buta menggunakan muscle memory untuk mengetahui posisi setiap tombol pada keyboard.
Setiap jari memiliki posisi masing-masing yang digunakan untuk mengetik tombol-tombol tertentu. Oleh karena itu, teknik ini juga biasa disebut sebagai teknik mengetik 10 jari.
Tips Mengetik Cepat Dengan 10 Jari
©keyboardbase.com
Kunci dasar dalam mengetik dengan 10 jari adalah dengan benar-benar menempatkan kesepuluh jari pada keyboard. Sepuluh jari ini memiliki posisi dan fungsi masing-masing untuk menekan tombol yang berbeda.
Berikut posisi jari kiri pada keyboard:
Jari telunjuk digunakan untuk menekan huruf F, R, V, G, T, B, angka 4 dan 5
Jari tengah digunakan untuk menekan huruf D, E, C, dan angka 3
Jari manis digunakan untuk menekan huruf S, W, X, dan angka 2
Jari kelingking digunakn untuk menekan tombol huruf A, Q, Z, angka 1, Alt, tanda ~, Tab, Caps Lock, Shift, Ctrl, dan tombol Windows
Terakhir, ibu jari digunakan untuk menekan spasi, bergantian dengan ibu jari tangan kanan
Berikut posisi jari kanan pada keyboard:
Jari telunjuk digunakan untuk menekan huruf J, H, U, Y, M, N, 7 dan angka 6
Jari tengah digunakan untuk menekan huruf K, I, koma (,) dan angka 8
Jari manis digunakan untuk menekan huruf L, O, angka 9, tanda titik (.), dan Alt
Jari kelingking untuk menekan tombol tanda titik dua (:), tanda petik (‘), Enter, huruf P, tanda kurung siku ({}), garis miring terbalik (\), tanda tanya (?), dan Shift serta Ctrl kanan
Terakhir, ibu jari digunakan untuk menekan tombol Spasi, bergantian dengan ibu jari kiri
Jika kamu sudah mengetahui posisi jari tangan yang benar saat mengetik, maka kamu juga perlu untuk memperhatikan posisi dudukmu. Hal ini memang terdengar sepele, tapi posisi duduk berperan penting agar tubuh tidak mudah lelah saat mengetik dalam jangka waktu yang lama. Saat mengetik, usahakan punggungmu tetap lurus dengan posisi kedua telapak kaki tetap menapak di lantai.
Mengetik Menggunakan 10 Jari Dengan Bantuan Aplikasi
©Typing Master
Ketika kamu sudah memahami teknik dasar yang digunakan dalam mengetik dengan 10 jari, maka langkah berikutnya adalah terus berlatih. Selain berlatih secara otodidak, kamu juga bisa melatih kecepatan mengetikmu dengan bantuan aplikasi, salah satunya Typing Master.
Typing Master adalah sebuah aplikasi yang berguna untuk membantu melatih kemampuan mengetik dengan sepuluh jari secara cepat. Aplikasi ini berisi game-game interaktif yang bertujuan untuk melatih penggunanya untuk mengetik cepat dengan cara yang menyenangkan.
Aplikasi ini juga bisa digunakan secara gratis, tetapi Typing Master juga menyediakan full package yang bisa dinikmati dengan membayar sebesar 6-100 dollas AS.
Nah, itulah cara mudah belajar mengetik dengan 10 jari yang bisa kamu
Senin, 27 Mei 2024
Sejarah Singkat Gendang Mbero Anam dan Mbero Nangka
Sejarah singkat Gendang Mbero Anam dan Mbero Nangka
Merupakan wilayah ulayat dalu Lelak dan glarang Leko Gendang Mbero Anam dan Mbero Nangka adalah Adik Kakak bersaudara yang sebelumnya menetap di Kawong Kec. Lelak desa Bangka Tonggur lalu pindah ke Welu desa Lamba kecamatan Lelak Kemudian pindah lagi ke bangka Mbero di desa Bulan kecamatan Ruteng dan sekitar tahun 1932 Bangka Mbero ditinggalkan oleh penghuninya lalu berpindah dan mekar menjadi Gendang Mbero Anam (Kakak Sulung) kemudian menyusul adik Bungsu Mbero Nangka ke tampat Anam Desa Bulan Kec. Ruteng yang sekarang menjadi lokasi dua rumah Gendang tersebut.
Bermula dari Kake Buyut bernama Taji Manisa yang datang dari kerajaan Goa Talo tahun 1600-an dengan anak kandungnya yang bernama Semparang. Taji Manisa merupakan Cikal bakal nenek Moyangnya orang Lelak termasuk Mbero Anam dan Mbero Nangka yang merupakan wilayah Hamente Lelak dan menetap di daerah Welu desa Banka Lelak.
Dari penuturan sejarah yang diwariskan secara turun temurun orang Lelak di Kecamatan Lelak memiliki hubungan darah yang sangat dekat sebagai adik kakak dengan orang Mbero Anam dan Mbero Nangka.
Empo Ampel (Pae Mendaes ) adalah leluhur dari 2 gendang Mbero Anam dan Mbero Nangka yang dalam hubungan perkawinan dengan woe (Anak Wina) di Kawong dan sebagian gendang di wilayah Lelak mereka berpindah menuju Bangka Mbero sekitar tahun 1700an. Dari bukti kuburuan leluhur yang ada di sekitaran Bangka Mbero diperkiraakan mereka menetap di tempat tersebut hanya 3-4 generasi sebelum pindah ke Anam menjadi gendang Mbero Anam dan Mbero Nangka yang disebabkan oleh banyaknya wabah penyakit yang menyerang warganya.
Di Bangka Mbero dua oang anak dari Pae Mendaes (Empo Ampel) yang sulung bernama Waek dan bungsu bernama Dor hidup dalam satu gendang namun masing-masing memiliki hubungan anak rona dan anak Wina masing-masing.
Sejarah dan garis keturunan Gendang Mbero Anam
Sebagai anak pertama dari Empo Paem Mendaes Waek mencari tempat yang agak luas dan rata sekaligus mau menantang musuh-musuh yang ingin menguji ketangkasannya dalam berperang.
Waek memilih tempat di sekitaran Anam sebagai wilayah kekuasaan baru sekitar pertengahan tahun 1800-an tentunya tetap berdasarkan pembagian wilayah ulayat dari kerajaan Todo yang dikukuhkan dengan buku KAR (bukti pembagian wilayah ulayat di wilayayah kekuasaan kerajaan Todo) yang dikeluarkan oleh Gelarang Leko. Di Awal tahun 1900-an Gendang Mbero Anam mengalami kebakaran lalu mereka pindah dari wilayah sekitaran Tontong ke tempat berdirinya gendang Mbero Anam sekarang ini. Sekitar tahun 1962 Gendang Anam mengalami kebakaran dan semua perlenkapan gendang seperti Gong, Gendang dan tambur diselamatkan oleh Gabriel Melong sebagai Tua Gendangnya sampai tahun 1980-an lalui diteruskan oleh Romanus Aber sampai tahun 2021 dan sekarang dibawah kepemimpinan Aleksius Aleng sebagai tua gendangnya.
Aanak-anak dari empo Waek adalah
Karem (selain berada di Anam mereka juga tersebar di Pagal, Ruteng, Pacar, Satar Mese dll)
Nggape (selain di Anam mereka menyebar di Lembor, Lelak, Pacar, Ruteng dan wilayah sekitarnya)
Kambe tersebar di seluruh wilayah Manggarai Barat, Tengah dan Timur
Raeng tersebar di seluruh wilayah Manggarai Barat, Tengah dan Timur
Selain empat orang anaknya empo Wak di atas gendang Mbero anam juga dalam hubungan kekerabatannya mereka juga memilik anak rona pakep dan woe yang terdiri dari, Poco Leok, Nade, Nande, Pocang, Langke Rempong, Dese dan Taga serta Kolang dan woe-woe lainnya.
Wialayah ulayatnya menyebar mulai dari Wae Wau sampai dengan jembatan Wae Mese dibagian Barat dan Timurnya sementara selatan dibatasi oleh aliran sungai Wae Mese dan utara berbatasan dengan wilayah Leko.
Sejarah dan Garis Keturunan Gendang Mbero Nangka
Empo Dor sebagai anak bungsu dari empo Pae Mendaes (Ampel) meninggalkan perkampungan Bangka Mbero dengan didahului dengan ritus adat ledong Beo sekitar tahun 1934 menuju wilayah Anam dekat dengan rerumpunan Pohon Nangka. Untuk menegaskan pendirian Gendang Baru sebagai pemekaran dari Mbero maka dinamailah gendang tersebut dengan Nangka lalui berkembang menjadi Mbero Nangka.
Empo Dor memilik 2 orang anak yang teridiri dari
empo Sape anak ronanya berasal dari Pahar dan
Empo Sape memiliki 4 orang Anak
Raga
Anggal
Tungku
Ngoro
Empo Tingo anak roanya berasal dari Wangkung Wenus (Renda) dan memilik beberapa orang anak
Murung
Lesit
Nagang
Selian empat leluhunya keturunan Sape dan 3 leluhur keturunan Tingo orang anak tersebut terdapat juga woe ase kae yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari gendang Mbero Nangka yaitu,
Cireng, Taga, Maras, Ndehes, Bola, Balo, Bung, Lio, Biting, Wesa, Cumbi, Rakas, Tungga dll
Wilayah kekuasaan ulayat gendang Mbero Nangka berdampingan dengan wilayah ulayat gendang Mbero Anam sehingga smapai saat ini terdapat pencampuran kepemilikan tanah ulayat antara warga gendang Mbero Anam dan Mbero Nangka.
Itulah sekilas tentang gendang Mbero Anam dan Mbero Nangka yang sekarang mendiami 70 % wilayah desa Bulan Kecamatan Ruteng dengan jumalah penduduk sekitar 3.000 jiwa dan 700 kk yang hampir 95% penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan peternak sekala rumahan.
Blasius Jehono merupakan tua Gendang Mbero Anam sekarang ini yang sebelumnya dijabat oleh Yoseph Gas, Petrus Akal, Lorus yang dipilih secara demokrasi berdasarkan keputusan bersama dalam musyawarah yang dihadiri oleh semua keturunan empo Dor dan woe-woe ase kae yang tinggal bersama dalam gendang Mbero Nangka.
Anam, 27/5/2024
Yuvensianus Hamat
(Kepala Desa Bulan)
Langganan:
Komentar (Atom)




